IMPLEMENTASI KOMUNIKASI
DIGITAL MARKETING
DALAM
PROMOSI PARIWISATA
(STUDI KASUS PADA DAYA TARIK WISATA JATILUWIH, TABANAN)
Ni
Kadek Intan Milinia Purwani1, I Wayan Wirga 2, Ni Nyoman Supiatni
3
1 Program Studi Manajemen Bisnis Internasional,
Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bali
2Program Studi Admistrasi
Bisnis, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bali
3Program Studi Admistrasi
Bisnis, Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bali
*Corresponding Author: intanmiliniapurwani33@gmail.com
Abstrak : Perkembangan media sosial di era revolusi industri 4.0 menjadi penanda
penting perubahan mode komunikasi yang semakin cepat dan interaktif. Pengelola
Daya Tarik Wisata Jatiluwih memanfaatkan masifnya penggunaan media sosial
sebagai kanal digital dalam memasarkan DTW Jatiluwih. Pengelola DTW Jatiluwih
membuat akun media sosial dan melakukan strategi digital marketing menggunakan
akun tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi
digital marketing manajemen DTW Jatiluwih dalam memasarkan DTW Jatiluwih
dan menjelaskan dampak penerapan digital marketing terhadap promosi pariwisata
jatiluwih. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara,
dokumentasi dan angket. Penentuan responden sebagai informan dipilih melalui
pencarian orang-orang yang berkompeten dan representatif dalam menggali
informasi yang dibutuhkan. Wawancara dilakukan dengan staf promosi pengelola
DTW Jatiluwih serta pengunjung wisata jatiluwih. Berdasarkan
analisis data menunjukkan bahwa implementasi digital marketing untuk manajemen
DTW Jatiluwih melalui beberapa tahapan yaitu pertama, pemilihan Platform,
kedua, perencanaan konten, dan ketiga produksi konten. Strategi produksi konten
dilakukan dengan mempertimbangkan awareness, update pattern, strategi pembuatan
konten, dan menjaga interaksi intensif dengan followers. Akibat dari strategi
digital marketing tersebut, terjadi perubahan signifikan di DTW Jatiluwih
sebelum dan sesudah intensifnya keberadaan digital marketing. Proses perubahan
tersebut dapat dilihat dari pertama, citra DTW Jatiluwih yang semakin baik di
mata masyarakat secara samar, kedua peningkatan kunjungan wisatawan DTW
Jatiluwih secara signifikan dibandingkan sebelum adanya pemasaran digital dan
ketiga peningkatan peningkatan di DTW Jatiluwih sebagai lahan penghidupan
ekonomi bagi warga sekitar karena banyaknya restoran, gerai, dan penginapan di
kawasan DTW Jatiluwih.
Kata kunci: Digital
marketing, Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Pariwisata, sosial media
Abstract : The
development of social media in the era of the industrial revolution 4.0 is an
important marker of changes in communication modes that are increasingly fast
and interactive. The Jatiluwih Tourist Attraction Manager takes advantage of
the massive use of social media as a digital channel in marketing the Jatiluwih
DTW. DTW Jatiluwih managers create social media accounts and carry out digital
marketing strategies using these accounts. The purpose of this study is
to explain the digital marketing strategy of DTW Jatiluwih management in
marketing DTW Jatiluwih and explain the impact of implementing digital
marketing on the promotion of tourism in Jatiluwih. Methods of data collection
using the method of observation, interviews, documentation and questionnaires.
Determination of respondents as informants was selected through the search for
competent and representative people in digging up the required information.
Interviews were conducted with the promotion staff of the Jatiluwih DTW
management and Jatiluwih tourism visitors. Based on data analysis,
it shows that the implementation of digital marketing for Jatiluwih DTW
management goes through several stages, namely first, platform selection,
second, content planning, and thirdly content production. The content
production strategy is carried out by considering awareness, pattern updates,
content creation strategies, and maintaining intensive interaction with
followers. As a result of this digital marketing strategy, there were significant
changes in DTW Jatiluwih before and after the intensive presence of digital
marketing. The process of change can be seen from the first, the image of DTW
Jatiluwih which is getting better in the eyes of the community, secondly the
increase in tourist visits to DTW Jatiluwih significantly compared to before
the existence of digital marketing and thirdly the increase in the increase in
DTW Jatiluwih as a place of economic livelihood for local residents due to the
number of restaurants. , outlets, and lodging in the Jatiluwih DTW area.
Keywords: Digital
marketing, Jatiluwih Tourist Attraction, Tourism, social media
Informasi Artikel: Pengajuan Repository pada September
2022
Pendahuluan
Perkembangan
teknologi informasi khususnya internet telah mengubah cara manusia dalam
berkomunikasi. Kehadiran internet dalam kehidupan manusia memberikan kemudahan
bagi masyarakat untuk mengakses informasi yang dibutuhkan. Internet sangat
bermanfaat dalam berbagai bidang pembangunan, salah satunya adalah bidang pariwisata.
Di bidang pariwisata, internet telah menjadi kebutuhan dalam pencarian
informasi terkait perencanaan, pengambilan keputusan wisata dan segala
kebutuhan. Dalam menghadapi era industri 4.0 saat dinamika perkembangan dunia
pariwisata akan dihadapkan pada kompetisi yang semakin ketat, baik dalam
pemasaran maupun pengembangan produk dan diversifikasinya. Promosi melalui
media online atau media sosial diyakini sebagai cara paling efektif untuk
memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata sebuah negara kepada dunia. Media
digital mampu menyebarkan informasi dengan cepat dan daya jangkau yang luar
biasa dibandingkan dengan media manapun. Penggunaan media sosial tersebut
belakangan menjadi banyak diminati oleh masyarakat sebagai sarana untuk
berkomunikasi.
Platform
media sosail yang digunakan untuk sarana digital marketing adalah facebook,
instagram, youtube dan website. Salah satu objek wisata yang terletak di
Kabupaten Tabanan yang sudah menggunakan media digital yakni media sosial untuk
mengakomodinir kegaraman masyarakat yakni Daya Tarik Wisata Jatiluwih. DTW
Jatiluwih atau biasa dikenal dengan Rice Terrace Jatiluwih. Jatiluwih merupakan
daya tarik wisata di desa yang berupa hamparan terasering sawah yang sangat
luas berundak- undak yang terletak di Desa Jatiluwih, Kec. Penebel, Kab.
Tabanan, Bali. DTW Jatiluwih berjarak sekitar 27 km ke Kota Tabanan.
Menurut
I Putu Eka selaku staf promosi saat diwawancara mengatakan bahwa DTW Jatiluwih
dulu tidak memaksimalkan penggunaan media sosial dan konten-konten yang
disajikan tidak teorganisir dengan baik, setelah pengelola maksimalkan
penggunaan media sosial dalam promosi serta menyajikan konten yang lebih baik
dari sebelumnya, akhirnya pengunjung menjadi tambah banyak bahkan follower di
sosial media bertambah banyak Peneliti juga mewawancarai beberapa pengunjung di
DTW Jatiluwih, salah satunya Michel WNA asal Australia, menurut penuturannya
dia berkunjung ke DTW Jatiluwih karena melihat informasi yang banyak beredar di
media sosial facebook. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, Peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian untuk menggali lebih jauh mengenai
implementasi komunikasi digital marketing dalam promosi pariwisata pada DTW
Jatiluwih.
Metode
Jenis
Data Dan Sumber Data
Jenis
Data
Jenis
penelitian yang penulis telaah atau teliti ini menggunakan jenis penelitian
kualitatif. Creswell (2015) mendefinisikan metode
kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna oleh
sejumlah individu atau sekelompok orang yang dianggap berasal dari masalah
sosial atau kemanusiaan.
A.
Sumber Data Primer
Menurut Sugiyono (2018:456) Data primer yaitu sumber data
yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sumber data primer dalam
penelitian ini adalah wawancara yang dilakukan dengan seseorang yang
mengimplementasikan ditigal marketing, ,akun-akun media sosial DTW
Jatiluwih dan pengelolanya dengan rincian: instagram “@infojatiluwih”, Fanpage
Facebook “Jatiluwih Village” dan website “https://jatiluwih.desa.id”, data
observasi, dan kuesioner yang diisi oleh pengunjung Daya Tarik Wisata
Jatiluwih.
B.
Sumber Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2018:456) data sekunder yaitu sumber
data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat
orang lain atau lewat dokumen. Sumber data sekunder pada penelitian ini berupa
literatur, majalah dan dokumen sesuai dengan topik penelitian, yakni mengenai
pariwisata, media sosial, dan pemasaran (khususnya promosi).
Teknik Penumpulan Data
A. Observasi
Observasi memiliki makna lebih
dari seledar teknik pengumpulan data. Namun dalam kontek ini, observasi
difaokuskan sebagai upaya peneliti mengumpulkan data dan informasi dari sumber
data primer dengan mengoptimalkan pengamatan peneliti.
B. Wawancara
Wawancara dalam pendekatan kualitatif bersifat mendalam.
Wawancara dan observasi bisa dilakukan secara bersamaan. Wawancara dapat
digunakan untuk menggali lebih dalam dari data yang diperoleh dari observasi.
C.
Angket (Questionaire)
Teknik yang
digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode survey
dengan menyebarkan kuesioner secara online kepada responden sesuai dengan
kriteria dalam penelitian ini yaitu hanya menggunakan responden yang pernah
mengetahui keberadaan ke Daya Tarik Wisata Jatiluwih, Tabanan melalui media
digital yang dilaksanakan pada tanggal 16 Juli 2022 dengan batas akhir
pengambilan yakni pada tanggal 23 Juli 2022.
D.
Studi Dokumentasi
Teknik pengumpuln data melalui studi
dokumtasi dirtikan sebagai upaya untuk memperoleh data dan informasi berupa
catatan tertulis/gambar yang tersimpan berkaitan dengan masalah yang diteliti.
E.
Populasi dan Sampel
Untuk mengukur besaran sampel yang akan diteliti
peneliti emnggunakan rumus Slovin, dimana rumus ini mampu mengukur besar sampel
yang akan diteliti. Besaran sampel yang akan diteliti sebagai berikut:
Keterangan: n= Jumlah Sampel
N= Jumlah Populasi
E= Nilai kritis (batas
kesalahan) yang diinginkan adalah 10%
Dari rumus diatas didapatkan angka
sebagai berikut:
Maka
jumlah sampel yang digunakan setelah dibulatkan yaitu sebanyak 100 responden.
Teknik operasional dalam pengambilan sampel adalah dengan mengumpulkan
responden dari google form hingga terkumpul 100 orang dalam jangka waktu
1 minggu.
F. Statistika Deskripsif
Adapun
pendapat Sugiyono (2012, hlm. 173) ada rumus hitung dalam statistik deskriptif
yang sederhana untuk menghitung presentase suatu jawaban. Yaitu dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
Keterangan:
P = Presentasi
F = Frekuensi dari setiap
jawaban yang menjadi pilihan responden
n = Jumlah responden
Metode
Analisis Data
A. Analisis sebelum di lapangan
Penelitian kualitatif telah
melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan
terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder yang akan digunakan
fokus penelitian.
B. Analisis data di lapangan
Analisis data dalam penelitian
kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah
selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.
1) Reduksi Data
Data yang
diperoleh dari lapangan datanya cukup banyak, untuk itu makanya perlu dicatat
secara teliti dan rinci. Seperti telah sikemukakan semakin lama peneliti ke
lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, komplek dan rumit. Untuk itu
perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data
berati merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang
penting, dicari pola dan temanya.
2) Penyajian Data
Setelah
reduksi data, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Kalau dalam
penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian
singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart, dan sejenisnya. Yang
paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif
adalah dengan teks yang bersifat naratif. Selanjutnya disarankan dalam
melakukan penyajian data selain teks naratfi, juga berupa grafik, matrik,
metwork dan chart.
Dalam
penelitian ini teknik pengumpulkan data menggunakan angket dengan menganalisis
data menggunakan rumus sebagai berikut:
Menurut
Arikunto (2016:277) mengemukakan bahwa statistika deskriptif merupakan
statistika yang bertugas untuk “mendeskripsikan atau “memaparkan” gejala hasil
penelitian. Statistik deskriptif sifatnya sangat sederhana dalam arti tidak
mengitung dan tidak pula menggeneralisasikan hasil penelitian.
3) Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi
Langkah ketiga
dalam analisis data kualitatif adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah
bila ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung tahap pengumpulan data
berikutnya.
Proses analisis data berlangsung sebagaimana
tertera pada gambar di bawah ini: PENGUMPULAN DATA PENYAJIAN
DATA PENARIKAN KESIMPULAN REDUKSI DATA
Gambar 3. 1 Komponen Analisis Data Model Miles dan Huberman
Sumber: Sugiyono, 2017
Hasil dan Pembahasan
Implementasi
Komunikasi Digital marketing Jatiluwih
Tim
promosi pengelola DTW Jatiluwih mengatakan, ada 4 tahapan strategi digital
marketing yang dilakukan oleh tim promosi adalah
(A) Penentuan Platform,
(B) Produksi Konten, (C) Monitoring dan (D) Evaluasi.
Penentuan Platform
1) Instagram
Berdasarkan penelurusan peneliti, Instagram
@infojatiluwih dibuat pada tahun 2016. Sampai saat ini pada 14 Juli 2022 sudah
memiliki 575 kiriman, 2,867 pengikut. Anggota yang bertugas memegang akun ini
adalah I Putu Eka Saputra, Ni Wayan Eka Sari, Ni
Made Rianti Indah Oktavia, dan Ni Putu Esti Ratna Dewi.
2) Facebook
Pengelola DTW Jatiluwih menggunakan Fan Page
Facebook “Jatiluwih Village”. Fan page facebook adalah sebuah halaman khusus
layaknya blog yang menyediakan informasi yang beragam sesuai dengan keinginan
pemiliknya, mulai dari perusahaan, pendidikan, layanan, produk fisik, artis,
komunitas dan masih banyak lainnya. Sampai saat ini, akun Fan Page
@jatiluwihvillage sudah mempunyai 945 likes dan 950 follows. Akun facebook
“Jatiluwih Rice Terrace” memiliki 5,000 pengikut.
Pertimbangan
Bidang Promosi menggunakan Platform
ini, karena Platform ini juga tidak
kalah populer dengan Instagram, perbedaannya, Platform ini memiliki 129,85 Juta pengguna aktif per Januari 2022
lalu (Statista, 8 Maret 2022).
Berdasarkan
wawancara tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengelola berpendapat bahwa dapat
menjaring orang yang tidak menggunakan instagram melalui akun facebook.
Sebenarnya facebook memiliki dua varian kepemilikan akun, yakni akun
personal dan akun Fan Page, Pengelola DTW saat ini menggunakan keduanya karena
akun ini dapat digunakan secara bersama-sama tanpa harus login menggunakan
username dan password yang berbeda.
3) Youtube
Akun Youtube Jatiluwih Rice Terrace dibuat
pada 26 Desember 2017. Sampai saat ini (Juli 2022) akun ini memiliki 18 konten
video, dan memiliki 31 subscriber. Preferensi pemilihan Youtube sebagai salah
satu media digital marketing sebab Platform
ini merupakan Platform berbagi video
paling populer dan paling banyak dikunjungi oleh warganet. Hal ini diafirmasi
oleh Putu Eka selaku pemegang akun.
Putu Eka menyampaikan
Pakai
Youtube karena banyak masyarakat yang menggunakan Platform ini untuk mencari video. Kalai kita beli android itu
biasanya memang sudah otomatis terinstal. Sebenarnya di Facebook juga bisa
namun fasilitas yang ada di Facebook sangat terbatas, Facebook lebih mirip blog
dibandingkan Platform berbagi video.
4) Website
Selain menggunakan media sosial yang aktif
dari segi interaksinya, pengelola Jatiluwih Rice Terrace juga menggunakan media
website, dengan basis Platform
blogger. Menurut Ratna, slaku pembuat website, meski sudah menggunakan media
sosial seperti Facebook dan Instagram, web masih diperlukan, karena pada
umumnya, orang mencari informasi secara lebih rinci dan terstruktur bukan dari
media sosial Facebook dan Instagram, melainkan mencarinya di Google, sehingga
ketika informasi mengenai Jatiluwih Rice Terrace dicari di Google, maka akan
muncul.
Gambar 4. 1 Estimasi Jumlah Kunjungan Website Jatiluwih.id
Berdasarkan
Perhitungan Situs www.statshow.com
Sumber: Dokumentasi Pribadi Peneliti
Produksi
Konten
Platform yang sudah
dibuat, tentu membutuhan konten baik berupa foto, desai grafis dan video. Dalam
merencanakan konten, komunitas melakukan diskusi intensif secara online. Putu
Eka mengatakan bahwa dalam sebuah perencanaan konten, harus disesuaikan dengan
selera pasar terkini, selera pasar ini harus dibaca agar konten yang dibuat
tudak ketinggalan jaman.
(Wawancara
pada 10 Januari 2022)
Setelah
penentuan Platform, tahapan yang penting dalam digital marketing adalah
pembuatan konten. Konten-konten ini yang akan disebarkan dan dikonsumsi oleh
pengguna di berbagai Platform.
Beberapa jenis konten yang diproduksi oleh Pengelola DTW Jatiluwih khususnya
bidang promosi diantaranya berupa desain grafis, foto, dan video. Konten-konten
yang diproduksi menyesuaikan Platform
digital yang digunakan.
a.
Menciptakan Awareness
Dalam
menciptakan awareness strategi marketing
yang dilakukan Bidang Promosi DTW Jatiluwih melalui instagram dan media sosial
lain adalah dengan merespon dan meepost foto para follower dengan tujuan
dapat menciptakan interaksi, membuat berbagi kegiatan bersama beberapa
komunitas dan Instagram Influencer. Selain sebagai kegiatan kerjasama
dalam memasarkan pariwisata Jatiluwih, pengelola DTW Jatiluwih juga berusaha
membangun jaringan digital dengan berbagi pihak untuk meningkatkan perkembangan
objek wisata.
b.
Pola Update
Pola
update konten pada akun instagram @infojatiluwih dilakukan dengan
enyesuaikan ketersediaan konten yang ada. Dengan kata lain, konten yang
diprosuksi lebih banyak didapat dari pengunjung yang datang ke lokasi dan
mempostingnya sendiri di media sosialnya, kemudian admin me-repost konten
tersebut. Tidak ada timeline terstruktur yang berisi tanggal untuk update
konten, foto-fotol dan video yang ditentukan, waktu untuk mengunggah
konten, hingga waktu untuk me-repost foto atau video dari followers yang
dipilih oleh admin.
c.
Strategi Penulisan Caption
Penulisan
caption dalam akun instagram @infojatiluwih tidak menggunakan strategi
khusus. Dalam penulisan caption hal terpenting adalah harus menggunakan
bahasa promosi yang baik. Hal ini diharapkan agar dapat menciptakan engagement
kepada para follower eperti adanya interaksi dengan cara follower
memberikan respon pada setiap konten yang diunggah.
d. Interaksi dengan Followers
Ni Wayan Eka Sari, salah satu admin instagram
@infojatiluwih, menyatakan pengguna media sosial instagram dianggap sedikit
berbeda dengan penggunaan media sosial lainnya, interaksi yang terjadi dalam
instagram justru terjadi antar follower itu sendiri. Apabila admin
membuat caption berupa pertanyaan ataupun fakta, pada kolom komentar
akan muncuk para pengguna yang me-mention username pengguna lainnya.
Disana mereka akan saling berinteraksi membahas foto atau video yang diunggah
tersebut sehingga admin merasa terbantu karena tidak perlu menjawab pertanyaan
dari follower.
Monitoring
Setelah melakukan postingan konten, maka
lakukanlah monitoring. Upaya ini dapat dengan mengamati komentar yang diberikan
pengunjung, atau melihat perkembangan jumlah share atau like. Admin juga bisa
memanfaatkan tools analytics untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Hal ini bertujuan untuk mempelajari tipe konten manakah yang disukai konsumen
dan harus dibuat lebih sering. Atau, perlukah melanjutkan upaya promosi konten
tertentu jika hasil engagement kurang maksimal. Namun Pengelola DTW Jatiluwih
tidak menjalankan secara maksimal tahapan moniotring ini.
Putu
Eka mengatakan
“Untuk
monitoring, kami belum laksanakan leih lanjut, kami juga hanya ber 3 dalam
menghandle sosial media jadi untuk monitoring terkait promosi melalui media
soial kami tidak terlalu maksimal karena kadang-kadang lupa untuk mengecek
performa sosial media yang kami handle”
Evaluasi
Perencanaan dan pelaksanaan digital marketing keberhasilannya
tergantung pada evaluasi yang terus-menerus. Jenis evaluasi ini tergantung pada
tujuan rencana. Untuk menentukan hasil pemasarannya, perusahaan dapat
menggunakan fitur-fitur dari sosial media untuk mengukur kesuksesan dari
program digital marketing dan apakah
program digital marketing tersebut
cocok sesuai dengan objektif dari perusahaan. Dalam hal ini pengelola DTW
Jatiluwih khususnya staff promosi juga tidak memaksimalkan kegiatan evaluasi
belakangan tahun ini, hal ini disebabkan tidak fokusnya staff dalam menghandle
dan atasan dari pengelola, maka kadang-kadang tidak adanya evaluasi mengenai
konten-konten maupun promosi yang telah dilakukan di media sosial. Hal ini
menyebabkan ketidaktahuan staff promosi dalam hal-hal yang perlu diperbaiki
dari implementasi digital marketing
itu sendiri.
Dampak Digital
marketing Bagi Promosi Pariwisata DTW Jatiluwih
Dampak
Digital marketing Bagi Citra (Brand) Daya Tarik Wisata Jatiluwih
Dampak digital
marketing lebih dirasakan dampaknya bagi pengunjung yang lokasinya
berjauhkan dengan objek wisata, oleh karena itu, persepi yang dibangun dibenak
pengunjung berasal dari konten-konten yang mereka lihat di media sosial.
Berbeda dengan warga sekitar yang memang sehari-hari melewati lokasi Daya Tarik
Wisata Jatiluwih, persepsi yang mereka bangun atas DTW Jatiluwih berasal
langsung dari pengalaman nyata di lapngan. Hal ini cukup beralasan, karena
sasaran digital marketing memang menyasar masyarakat lintas daerah,
namun persepsi yang dibangun masyarakat sekitar ikut menentukan citra Dayat
Tarik Wisata Jatiluwih secara umum.
Terkait hal ini, tampilan konten yang ditemukan pengunjung di mesin
pencari ikut membangun citra Daya Tarik Wisata Jatiluwih, peneliti mencoba
memasukan kata kunci di mesin pencari terpopuler, Google. Berdasarkan
penelurusan peneliti, sampai pada halaman/page ke-lima, tidak ada tautan
website yang menunjukkan citra negatif Daya Tarik Wisata Jatiluwih, sebagian
besar berisi konden media berita, media sosial akun-akun Jatiluwih dan ulasan
berbagai blogger dan media online.
Dampak
Digital marketing Bagi Peningkatan Jumlah Kunjungan Wisata dalam Promosi
Pariwisata
Implementasi
digital marketing Pengelola Daya Tarik Wisata ikut berdampak signifikan
pada peningkatan jumlah kunjungan wisata. Citra yang baik, diiringi masifnya
gerakan Bidang Promosi DTW Jatiluwih menjadi faktor yang membuat minat
pengunjung meningkat.
Dari kuesioner online yang disebarkan,
terdapat 107 responden. Karena dalam penelitian ini hanya memerlukan 100
responden maka responden yang digunakan adalah responden yang “Pernah
berkunjung ke DTW Jatiluwih” Berikut
ini adalah tabel yang menjelaskan pengambilan dapat dilihat pada Tabel 4.1.
Tabel 4. 1 Tingkat Kuesioner yang Dapat Digunakan
|
Keterangan |
Jumlah |
Presentase |
|
Jumlah kuesioner yang
direspon |
107 |
107% |
|
Jumlah kuesioner yang tidak
dapat digunakan |
7 |
6,5% |
|
Jumlah kuesioner yang dapat
digunakan |
100 |
93,4% |
Sumber : Data Primer
Karakteristik
Responden
Karakteristik responden yaitu
menampilkan identitas responden seperti nama, jenis kelamin, umur, pekerjaan.
Identitas pada penelitian ini dapat dikatakan lengkap karena peneliti
mengharuskan responden untuk menjawab pertanyaan yang tersedia.
Deskripsi karakteristik
responden ditunjukan pada Tabel 4.2.
Tabel 4. 2
Data Karakteristik Responden
|
Keterangan |
Deskripsi |
Jumlah |
Presentase (%) |
|
Jenis Kelamin |
Jumlah Responden |
107 |
|
|
Laki-laki |
62 |
58% |
|
|
Perempuan |
45 |
42% |
|
|
Usia |
Jumlah Responden |
107 |
|
|
<20 |
8 |
7,4% |
|
|
20-35 |
96 |
89,7% |
|
|
36-50 |
3 |
2,9% |
|
|
Pekerjaan |
Jumlah Responden |
107 |
|
|
Pelajar/Mahasiswa |
46 |
42,9% |
|
|
PNS/Pegawai Swasta |
26 |
24,2% |
|
|
Wiraswasta |
26 |
24,2% |
|
|
Lainnya |
9 |
8,7% |
|
|
Pernah Berkunjung ke DTW Jatiluwih |
Jumlah Responden |
107 |
|
|
Pernah |
100 |
93,4% |
|
|
Tidak Pernah |
7 |
6,6% |
|
|
Mengetahui DTW Jatiluwih melalui |
Jumlah Responden |
100 |
|
|
Media Digital |
70 |
70% |
|
|
Informasi Lisan |
28 |
28% |
|
|
Biro Perjalanan Wisata |
2 |
2% |
|
|
|
|
|
|
|
Platform yang Digunakan dalam Mencari Informasi Digital Terkait Event-event
yang ada di tempat wisata |
Jumlah Responden |
100 |
|
|
Instagram |
72 |
72% |
|
|
Facebook |
14 |
14% |
|
|
Tiktok |
6 |
6% |
|
|
Youtube |
4 |
4% |
|
|
Website |
4 |
4% |
Sumber :
Data Primer Peneliti
Berdasarkan
hasil penelitian pada tabel 4.2, menunjukkan bahwa dari 107 umlah responden
menunjukan hasil bahwa 58% adalah mayoritas responden berdominan laki-laki
yaitu sebanyak 62 responden dari jumlah 107 responden. Untuk karakteristik umur
responden menunjukkan hasil terbanyak dengan jumlah 96 responden dengan total
presentase 89,7% menunjukkan bahwa mayoritas responden yang mengisi kuesioner
berusia 20-35 tahun.
Karakteristik
yang selanjutnya dilihat dari pekerjaan yang dimiliki responden yaitu jumlah
terbanyak menunjukkan bahwa 46 responden dengan presentase sebesar 42,9% adalah
mayoritas merupakan pelajar/mahasiswa. Dari jumlah 107 responden menunjukkan
bahwa 100 responden dengan presentase sebesar 93,4% menunjukkan jumlah
responden yang pernah berkunjung ke Daya Tarik Wisata Jatiluwih, dalam mengetahui keberadaan Daya Tarik Wisata
Jatiluwih yang terbanyak yaitu berjumlah 70 dari 100 responden dengan
presentase sebesar 70% menunjukkan hasil ketahuan responden mengenai DTW
Jatiluwih melalui media digital.
Dari jumlah
100 responden yang pernah ke Daya Tarik Wisata Jatiluwih menunjukkan bahwa Platform yang paling banyak digunakan
dalam mencari informasi digital terkait event-event yang ada di tempat
wisata yaitu melalui Platform
Instagram dengan jumlah responden sebanyak 72 responden dari 100 responden
dengan presentase 72%.
Gambar 4. 2 Diagram Presentase Responden Mengetahui DTW
Jatiluwih
Sumber:
Dokumentasi Pribadi Peneliti
Gambar 4. 3Diagram Presentase Responden Menggunakan Platform
Sumber:
Dokumentasi Pribadi Peneliti
Simpulan
Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan terhadap
implementasi komunikasi digital marketing dalam promosi pariwisata pada
DTW Jatiluwih, peneliti menyimpulkan sebagai berikut:
1. Dari sisi implementasi, peneliti menemukan adanya tahapan strategi dalam
digital marketing yang ikut menetukan hasil, tahapan tersebut meliputi:
pemilihan Platform media digital,
produksi konten, monitoring, dan evaluasi. Tahapan paling krusial dan penting
dari semua proses tersebut adalah produksi konten, dalam membuat konten staf bidang
promosi mempertimbangkan empat hal, yakni: menciptakan awareness,
memperhatikan pola update, strategi penulisan caption, dan
interaksi dengan followers.
2. Implementasi digital marketing tersebut berdampak pada
peningkatan perkembangan Daya Tarik Wisata Jatiluwih. Indikator peningkatan
tersebut tercermin dalam tiga bentuk, yakni pertama,
semakin baiknya citra DTW Jatiluwih dalam pandangan publik secara halus, kedua
meningkatnya kunjungan wisata DTW Jatiluwih secara signifikan dibandingkan
sebelum dilakukannya digital marketing
dan yang ketiga adalah semakin meningkatnya DTW Jatiluwih sebagai lahan
mata pencarian ekonomi bagi warga sekitar
dikarenakan banyaknya restauran, outlet, dan penginapan yang ada di area DTW
Jatiluwih.
Dari hasil kuesinoer menunjukkan bahwa penggunaan pengunjung yang pernah
datang ke DTW Jatiluwih mengetahui DTW Jatiluwih lebih banyak melalui media
digital, khususnya Platform
Instagram.
Ucapan Terimakasih
Terima
kasih penulis ucapkan kepada dosen Bapak I
Wayan Wirga, SE., MBA. selaku dosen pembimbing I dan Ibu Ni Nyoman Supiatni, SE., M. Si. selaku dosen pembimbing II dalam penyusunan skripsi yang telah membimbing dan memberikan masukan
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.. Juga kepada pihak pengelola DTW
Jatiluwih
atas tempat, waktu dan data yang telah penulis peroleh sebagai bahan untuk
melakukan penulisan skripsi ini.
Referensi
Arikunto, Suharsimi.
2016. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Sugiyono. 2018. Metode
Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, penerbit Alfabeta,Bandung
Eka, I Putu. 2022.
“Staf Promosi DTW Jatiluwih”. Hasil Wawancara Pribadi, 10 Jaanuari 2022,
Jatiluwih-Tabanan
Komentar
Posting Komentar